Gagasan “sains Islam” atau “Islamisasi ilmu” yang marak sejak beberapa tahun silam telah menghasilkan cukup banyak literatur, baik dalam bentuk buku maupun artikel di jurnal-jurnal keislaman yang terbit di Indonesia. Untuk orang yang meyakini gagasan tersebut, paling tidak ada satu kesepakatan pengembangan gagasan tersebut merupakan sebuah upaya jangka panjang dan perbincangan tentang masalah ini berlumlah selesai.
Buku yang ditulis oleh seorang menggagas awal masalah “Islamisasi ilmu” ini berupaya berjalan lebih jauh. Yaitu dengan membincangangkan beberapa hal yang tidak tersentuh sebelumnya, dan sekaligus menempatkan perbincangan tentangnya dalam konteks yang lebi luas dan indigenous. Di samping berusaha menjernihkan makna ilmu (‘ilm) sebagai sebuah konsep Qurani, buku ini juga membahas secara singkat namun mendalam beberapa landasan metafisika Islam sebagai kerangka untuk merumuskan filsafat sains Islam.
Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas adalah pendiri International Institute of Islamic Thought Civilaziton (ISTAC) di Malaysia, dan pengarang Konsep Pendidikan dalam Islam (1984) serta Islam dalam Sejarah Kebudayaan Melayu 1990).